Minggu, 10 April 2016

REKAN JEJAK PENUMBUHAN KELOMPOKTANI ALAPAN INDAH

Kehidupan masyarakat pedalaman di dusun V tondok pata, Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar begitu sangat memprihatinkan. Daerah terisolasi dengan infrastruktur desa yang belum memadai membuat  masyarakat di pedalaman susah untuk dijangkau. Program-program pemerintah tak dapat menyentuh daerah itu bahkan nyaris tak terjamahkan. Untuk itu sebagai Petugas disana, Penyuluh Pertanian berusaha dengan keras agar masyarakat dipedalaman itu merasakan juga program-program dari pemerintah khususnya program di bidang pertanian.

Sebagai langkah awal, PPL akan mengajak beberapa keluarga untuk membentuk kelompoktani. Karena dengan adanya kelompoktani maka bantuan dari pemerintah dapat tersalurkan. Tetapi kendalanya, bagaimana cara melakukan pendekatan kepada masyarakat dipedalaman itu? Nah untuk itu, PPL berinisiatif melakukan pendekatan melalui anak-anak petani dengan melakukan aksi sosial di sekolah. misalnya mengadakan kelas Muatan Lokal Pertanian, memfasilitasi pengadaan sarana dan prasarana bersekolah bagi anak-anak petani.
Make over Ryan
make over Dirly
Belajar hidup bersih dengan mencuci tangan
antrian kelas Mulok
Memfasilitasi pengadaan seragam sekolah, tas dan sepatu
Memberikan sepeda untuk anak petani kurang mampu

Setelah dirasa cukup pendekatannya, PPL pun mulai dikenal oleh orangtua anak-anak petani tersebut. akhirnya PPL berhasil melakukan identifikasi melalui pengambilan data dan informasi yang meliputi: tingkat pemahaman petani tentang kelembagaan petani; kondisi petani dan keluarganya; kondisi usahatani yang ada; domisili dan sebaran penduduk, serta jenis usahatani dll. Namun untuk menjangkau mereka, PPL harus melalui banyak rintangan yang menguras tenaga dan pikiran. Dimulai dengan perjalanan yang ditempuh sangat jauh, 21.7 Km dengan motor dan berjalan kaki sejauh 5 Km. Belum lagi medannya sangat jelek dan melelahkan.
Jalan poros kecamatan
Jika air sungai meluap
Kadang motor ngadat karena businya kemasukan air
arusnya kadang deras
motor PPL didorong oleh orang yang kebetulan lewat

Jika jalannya bagus, PPL bisa lewat
bingung mo lewat dimana..terobos aja!
melewati empat jembatan untuk sampai ke tondok pata
Jembatan pertama
Jalanan digenangi air, licin dan sering membuat ban tergelincir
Parkir motor, jalan kaki pun dimulai mendaki gunung
diatas ketinggian
melanjutkan perjalanan setelah melepas lelah
anak-anak petani harus berjalan kaki 5 - 10 km ke sekolah
kami kelelahan, istirahat sejenak
setelah tiba, adik saya memeriksa kesehatan masyarakat
saya mengadakan sosialisasi mendirikan kelompoktani
Setelah Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) melakukan advokasi (memberikan saran dan pendapat) serta informasi kepada tokoh-tokoh petani setempat dan aparat desa maka PPL memberikan penyuluhan melalui pertemuan kelompok dengan materi penyuluhan pertaniannya.
Pertemuan Kelompoktani setelah sosialisasi
Pertemuan kelompoktani sudah di sanggartani
menganalisis usahatani mereka
Demonstrasi Pembuatan pupuk organik
Kursus Tani, menyuntik ternak
Pertemuan kelompoktani Alapan Indah rutin tiap bulan
Selalu saja ramai
menyelesaikan Administrasi kelompok
bila pulang, PPL selalu ditemani anggota kelompok
motor PPL disebrangkan oleh Bendahara Kelompok
Kiranya kisah PPL untuk menjangkau masyarakat pedalaman dapat mengispirasi teman sejawat lainnya agar mau mengabdi tanpa pamrih, selalu mencari pemecahan masalah, dan berfikir inovatif serta kreatif dalam menumbuh kembangkan kelompok-kelompoktani binaannya.
KUALITAS seseorang tidak dilihat oleh seberapa hebat dia berucap, tetapi seberapa banyak tindakan kebaikan yang diperbuat dan dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.
Salam Pertanian!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar